Stereo Headphone Amplifier


.baca-juga-wrap { max-width: 75%; background: green; padding: 20px; margin: 1em 0 1em 2em; }
Stereo Headphone Amplifier - Skema rangkaian amplifier untuk headphone ini sepertinya cocok digunakan sebagai monitor pada sound system karena mempunyai karakter suara yang detil.
Rangkaian ini sangatlah sederhana namun suara yang dihasilkan dapat diunggulkan, hanya terdiri dari sebuah chip yang berisikan dual op-amp, dua buah transistor dan beberapa resistor serta kapasitor kecil.
IC dual op-amp ini menggunakan LM1458, bila kesulitan IC tersebut bisa menggunakan type lain asal pin-out nya sama, seperti TL072, LM358, LM4558 dan sejenisnya.

Stereo Headphone Amplifier

Daftar komponen
R1, R2: 2M7
R3, R4: 8K2
R5, R6: 1K
R7, R8: 33R
C1, C2: 10uF/25V
C3, C4: 470uF/25V
C5, C7: 0,1uF
C6, C8: 100uF/25V
VR: 50K
T1, T2: C1571 (NPN)
IC: LM1458 (dual op-amp)

Cara kerja rangkaian,
Sinyal masukan diatur oleh VR1, lalu dikopling C1 dan diperkuat TR1 yang berkonfigurasi common emitor, R1 berfungsi sebagai pemberi bias pada TR1, sekaligus memberikan umpan balik kolektor ke basis.
Besar penguatan tahap ini ditentukan dari perbandingan R3/R2 sekitar 8 kali, kecil memang karena keluaran op-amp sudah tinggi.
Untuk menghindari efek umpan balik (feedback) yang merugikan lewat cattu daya tahap pertama, tegangan dipasok lewat R4, C3 dan C2, ini akan mengisolasi tahap berikutnya.
Selanjutnya hasil penguatan TR1 tadi diumpankan ke non-inverting IC1A.
Tahap terakhir ini dirangkai dalam posisi non-inverting buffer (penyangga tak membalik).
Penguatan sama dengan 1.
Gunanya?
Berimpedansi masukan tinggi sehingga tak membebani tahap sebelumnya, dan berimpedansi keluaran rendah agar siap menggetarkan membran headphone.
Karena masukan non-inverting memproleh tegangan kira-kira 0,5 Vcc dari kolektor TR1, sementara IC berpenguatan 1, maka keluaran otomatis sama, yakni sekitar 0,5V.
Ini titik tengah yang paling tepat.
Sinyal audio bebas berayun mulai 0V hingga VCC, secara simetris.
Distorsi pun menjadi minimum.
Yang perlu diperhatikan, pin 8 dijajari C7 dan C8, C7 difungsikan untuk menekan rembesan freq. tinggi, biang osilasi.
Sedang C8 bertugas meratakan ripple (tegangan kerut) sisa catu daya.
Lantaran keluaran IC berada pada 0,5 VCC (tanpa sinyal) maka diperlukan C3 sebagai kopling.
Sehingga tegangan DC tertahan dan agar tidak merusak headphone, sementara sinyal musik (AC) lolos dan menggoyang headphone.
Resistor R7 antara C3 dan headphone berfungsi mengurangi resiko hubung singkat jika mesti men-drive headphone kuno yang biasanya berimpedansi sekitar 8-16 Ohm, headphone modern rata-rata 32 Ohm.

Semoga artikel tentang Stereo Headphone Amplifier ini bermanfaat bagi pembaca semua..
ELPOP

Comments