Tuesday, September 19, 2017

Trafo dengan ekstra CT atau non-CT?

Dalam merangkai system audio, terkadang kita melakukan beberapa eksperimen penggabungan dari rangkaian yang berbeda.
Penggabungan dari beberapa rangkaian yang berbeda ini juga terkadang terjadi kendala, yaitu masalah pada perbedaan catu daya.
Catu daya yang digunakan untuk power ampli (simetris) berbeda dengan catu daya untuk tone control (non simmetris), misalnya..
Pada pencatu daya-an simetris, dimana polaritas yang diperlukan adalah (+) (0) (-) atau biasa kita menyebutnya dengan istilah catu daya CT sedangkan untuk tegangan pengatur nadanya kita membutuhkan tegangan non CT / non simetris / tegangan tunggal (+) dan (0).
Kendala seperti inilah yang sering dihadapi penghobi audio rakitan.

Dalam prakteknya, di trafo daya yang biasa kita gunakan untuk men-supply power amplifier biasanya terdapat tegangan "ekstra" yaitu AC skunder 1A bertegangan 0~18V (letaknya dibawah lilitan primer AC 220V).
Tanyakan kepada si penjual di toko tersebut apakah menyediakan trafo dengan teg ekstra CT? atau hanya menyediakan tegangan ekstra non-CT?
Dengan adanya tegangan ekstra inilah kita bisa mengatasi masalah perbedaan tegangan catu daya tersebut dan tinggal menyesuaikan jenis tegangan yang dibutuhkan, CT atau non-CT.. Masalah sudah teratasi!!
Baca juga: Power amplifier berdetak setelah mati
TRAFO DENGAN EKSTRA CT
Menggunakan trafo CT ini adalah solusi yang tepat.
Dengan trafo CT, masalah mengenai penggabungan rangkaian yang berbeda catu daya dapat teratasi dengan hanya mengakali penggunaan dioda penyearahnya saja.
Misal kita mempunyai trafo dengan out skundernya adalah CT dan tegangan ekstranya juga CT.
Dan dalam rangkaian kita untuk catu daya power amplifier adalah CT dan tone controlnya adalah non CT (+ dan 0).
Maka untuk catu daya tone controlnya kita bisa menggunakan dua buah dioda sebagai penyearahnya, seperti gambar.

Trafo dengan ekstra CT atau non-CT?

Begitu juga bila kita kurang puas dengan rangkaian tone control dengan catu daya non-CT tadi kemudian kita beralih ke tone control dengan catu daya CT (+ 0 -) kita tinggal mengubah dioda peratanya saja menjadi bridge, seperti gambar di bawah.

Trafo dengan ekstra CT atau non-CT?

TRAFO DENGAN EKSTRA NON-CT
Pada trafo dengan catu daya ekstra non-CT ini kita sedikit kerepotan jika rangkaian awalnya membutuhkan catu daya CT sedangkan catu daya yang tersedia adalah tidak CT.
Dengan meng "konfigurasikan" dioda menjadi penyearah setengah gelombang, maka keluaran dari trafo yang tidak CT tersebut telah menjadi CT, ini adalah "memaksa" karena tegangan yang dihasilkan dari catu daya CT ini adalah setengah dari tegangan yang diambil, jadi ambil tegangan output terbesar dari yang tersedia.
Seperti gambar di bawah.

Trafo dengan ekstra CT atau non-CT?

Lain lagi bila tegangan penguat awalnya membutuhkan catu daya tidak CT, maka kita cukup mem "bridge" diodanya.
Seperti gambar.

Trafo dengan ekstra CT atau non-CT?

Nah.. Sesuaikan jenis trafo sebelum anda membelinya, dengan kebutuhan tegangan yang akan digunakan.