Tuesday, November 1, 2016

Perekat touchscreen, lem atau double tape?

Ada 2 metode untuk memasang atau merekatkan kaca touchscreen pada handpone, smartphone maupun tablet.
Pertama, menggunakan lem (lem khusus untuk kaca touchscreen).
Kedua, menggunakan double tape.
Cara pertama adalah yang paling sering digunakan para teknisi daripada menggunakan double tape karena lebih praktis dan efisien.
Namun ada kelebihan dan kekurangan dari kedua cara ini.
Berikut penulis mencoba membahas tentang hal tersebut.

Menggunakan lem.
Pada penggunaan lem ini harus diperhatikan juga, bahwa lem yang digunakan adalah harus lem khusus untuk kaca touchscreen, dengan lem khusus tersebut maka tidak akan merusakkan bahan dari kaca touchscreen itu sendiri maupun body perangkat.

Pada penggunaan lem ini, pembaca harus berhati-hati juga dan harus melakukannya dengan segera karena bila terlalu lama maka lem keburu kering sebelum dipasangkan.
Ini salah satu kelemahannya.
Serta untuk pemberian lem pada sela-sela body haruslah secara merata dan jangan terlalu banyak, karena bila kita memberikan lem tidak merata maka permukaan touchscreen yang menempel akan menjadi tidak rata pula, alhasil kinerja touchscreen tidak sempurna alias kaca touchscreen menjadi rusak kembali.

Menggunakan double tape.
Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan double tape, ada juga yang menyebutnya isolasi bolak-balik..
Untuk hasil yang lebih baik, gunakan double yang berkualitas baik (sedikit lebih tebal) dan tentunya dengan harga lebih mahal 4x dari harga double tape biasa.

Pada cara ini, pembaca tinggal menyesuaikan ukuran lebar dari sisi tepi bingkai kaca touchscreen dengan mengguntingnya atau memotongnya dengan alat lain seperti silet.
Untuk hasil "kerataan" permukaan kaca touchscreen dengan menggunakan double tape ini adalah lebih sempurna dibanding menggunakan lem.
Dan, ini bisa dibandingkan.

Daya rekat
Untuk kekuatan rekat dari kedua cara diatas perlu juga diperhatikan.
Seperti yang sudah diketahui pembaca, daya rekat dengan menggunakan lem adalah yang lebih kuat daripada double tape.
Tapi ingat, double tape tersebut direkatkan pada semua sisi dan ini akan menjadikannya cukup kuat.
Namun, perlu diketahui juga bahwa kebiasaan pengguna smartphone ataupun tablet ini adalah mereka lebih sering menekan (menyentuh dan menggesek touchscreen) daripada menarik keluar.
Lain lagi bila digunakan untuk merekatkan touchscreen pada perangkat lain semisal GPS mobil.
Baca juga: Tips agar port charger USB lebih awet
Penutup
Dari kedua cara diatas, yang perlu diperhatikan adalah pembersihan di sela-sela bingkai kaca touchsreen pada perangkat sebelum pemasangan.
Harus benar-benar bersih dari bekas lem kaca touchscreen yang lama.
Meskipun menggunakan double tape (dengan hasil lebih rata), tapi kalau tidak benar-benar bersih di setiap selanya, maka permukaan kaca touchscreen tetap saja menjadi tidak rata.

Nah.. Anda pilih yang mana?
Menggunakan lem atau menggunakan double untuk merekatkan kaca touchscreen?

Semoga artikel tentang perekat touchscreen, lem atau double tape ini bermanfaat bagi pembaca..
Happy blogging!

2 komentar

Aku pilih yang praktis dan mudah dilepas kembali saja. Double lem,..Kalau pakai lem perekat jika tidak ahli ,justru bergelembung akibat terlalu banyak lemnya. Sebenarnya aku lebih suka tidak pakai pelindung, daya sentuh lebih cepat daripada pakai kaca/plastik pelindung layar.

Jangan mas.. Kalo gak pake pelindung nanti jadi masuk angin..