Tuesday, March 8, 2016

Solder ulang

Agaknya, solder ulang ini bisa menjadi prosedur wajib ketika melakukan perbaikan perangkat elektro.
Dan bisa jadi, adalah tahapan awal sebelum melanjutkan melakukan pengukuran tegangan maupun pencarian kerusakan dari masing-masing komponen.
Entah darimana asal muasal solder ulang ini, bahkan di buku panduan perbaikan elektronika pun (jaman dulu kali ya?) tidak tercantumkan apa yang namanya solder ulang.
Tapi.. Alhasil.. Hampir 40% dari kerusakan elektronika dapat teratasi hanya dengan melakukan solder ulang saja..
Bisa dikatakan penyebab dari kerusakan tersebut adalah masalah koneksi antar tiap komponen.
Mengapa kita mengatakan hal tersebut karena masalah koneksi antar kaki komponen?
Ya itu tadi.. Media penghubung antar komponen adalah timah itu sendiri.
Baca juga: Mencopot konektor USB tanpa blower
Kualitas timah
Dilihat dari tampilan timah yang telah terpatri di tiap titik jalur PCB, bisa dikatakan bahwa timah yang masih baik adalah yang lebih berkilau, lebih kinclong istilahnya..
Dari beberapa kasus, masalah yang sering terjadi adalah pada titik kaki komponen yang terpatri dengan timah berpenampilan kusam.

Dengan cara menambahkan flux kemudian menyentuhkan mata solder pada titik timah yang terpatri.. Solved!
Masalah pun teratasi..
Namun bila pembaca menemui penampilan timah yang lebih parah lagi (sangat kusam dan terlihat seperti banyak keropos), sobat pembaca diharuskan mengambil timah yang telah terpatri itu dengan cara menyedotnya (menggunakan sucker) dan kemudian menyoldernya lagi dengan timah yang baru.

Kedua cara diatas menurut saya cara yang terakhir adalah cara yang paling dianjurkan, karena kita telah mengganti timah yang lama dan mengganti dengan yang baru.
Daripada menyolder ulangnya saja dan masih menggunakan timah yang lama tadi.
Apalagi hanya dengan menambahkan timah saja tanpa mengambil timah yang lama, titik solder malah terlihat lebih membengkak dan kurang rajin.

Bisa dikatakan penyebab masalah ini adalah karena buruknya kualitas timah itu sendiri, bisa juga karena korosi (biasanya umur pemakaian perangkat diatas 3 tahun) dan juga karena panas dari komponen yang memang bekerja pada tegangan tinggi serta bertemperatur tinggi.

Tapi.. dari pengalaman.. masalah ini sering terjadi pada produk lokal, meskipun umur dari perangkat tersebut belum genap setahun, tapi timah yang telah terpatri pada PCB tersebut sudah terlihat kusam dan telah mengalami korosi..

Jadi..? kerusakan yang terjadi pada perangkat anda bisa saja bukan dari karena rusak komponennya, tapi karena buruknya kualitas timah yang digunakan..

Lalu.. Bagaimana menurut anda?

3 komentar

nurul iman Solder ulang delete March 25, 2016 at 3:41 PM

Muantappp makasih infonya.

Djangkaru Bumi Solder ulang delete April 19, 2016 at 12:26 AM

Aku sering mengalami hal seperti ini, kualitas timah yang buruk mudah lepas komponennya. Ya, mampunya hanya bisa beli timah murahan.

Yayasan Ar Rahman 1965 Solder ulang delete March 5, 2017 at 5:49 AM

Ini namanya SDU (solder ulang) :)