Thursday, October 29, 2015

File terbaik audio

Salah satu efek "nyaman" dari perkembangan teknologi audio adalah sumber musik yang biasanya berupa kaset piringan ataupun pita magnetic atau juga kepingan CD audio, kini hanya berupa file.
Sehingga kita penikmat audio menjadi semakin praktis dalam menyimpan ataupun memainkannya, tidak lagi takut rusak tergores, rusak bila berdekatan dengan magnet ataupun rusak karena jamur.
File hasil convert dari kepingan CD ini beragam kualitasnya, diantaranya adalah uncompressed, lossless, dan lossy.
Baca juga: Audiophile
Uncompressed
File ini berukuran sangat besar, 1 track lagu bisa berukuran lebih dari 100MB karena menyimpan semua informasi yang terdapat di CD tanpa meng-kompresnya sama sekali atau istilahnya adalah file mentah (raw) File musik yang uncompressed yang populer digunakan: WAV (WAVeform audio file).
Biasa digunakan untuk digital mastering.
Jadi file ini jarang diminati meskipun support untuk semua player, karena berukuran sangat besar dan bikin penuh isi harddisk komputer.

Lossless
File jenis ini lebih diminati karena berukuran lebih kecil dari WAV uncompressed.
Dalam proses kompresinya masih mampu mengkonvert semua informasi yang ada di CD tanpa ada kehilangan data (Lossless).
File musik yang lossless yang populer diantaranya,
FLAC (Free Loss Audio Codec) cocok untuk semua player terbaru.
ALAC atau .m4a (Apple Loss Audio Codec) cocok untuk player iTunes saja.
WAV lossless (WAVeform audio file).
WMA lossless (Windows Media Audio).

Lossy
Banyak informasi yang hilang ketika mengkompres dan mengkonvert file ini namun bagi telinga standart seperti telinga saya :) rasanya masih oke oke saja.
Satu contoh, coba dengar sebuah lagu ber-format mp3 ataupun aac turunan dari file flac kemudian diconvert dengan bitrate 320kbps, sample rate 44 khz, sample size 16 bit.
Namun file mp3 ini bak file sejuta umat saja, berukuran lebih kecil tapi suara yang dihasilkan tidak terlalu mengecewakan.
File lossy yang populer diantaranya,
MP3, AAC

FIle terbaik audio

Bitrate, Sample rate dan Sample size
Bitrate
Sederhananya, bitrate adalah kecepatan transfer data.
Istilah yang sering kita jumpai, contohnya 128kbps.
Berarti file tersebut mentransfer 128 kilo bytes perdetiknya (kbps: Kilo bytes per second).
Semakin tinggi nilai yang ditransferkan maka semakin bagus kualitas suaranya seperti tidak ada jeda ketika mentransfer data begitu juga sebaliknya.

Sample rate
Contoh pemahaman yang paling mudah dari sample rate ini adalah seperti fps (frame per second) pada tampilan video.
Jadi seperti jumlah tampilan perdetik.
Semakin besar nilai sample rate makin semakin bagus pula kualitas dari suara yang ditampilkan.

Sample size
Istilah lain dari sample size ini adalah depth bit.
Standar depth bit yang digunakan sekarang adalah 16-bit.
Semakin besar angkan depth bit-nya maka kualitas suara yang dihasilkan akan semakin bagus.

Catatan,
- Kualitas suara dari file uncompressed adalah yang paling bagus, tapi terlalu banyak memakan space harddisk.
- Kualitas dari file lossless masih diacungi jempol dan tetap recommended..!!
- Dan pilihan terakhir adalah pada mp3 dan aac (yang paling populer) asalkan dengan bitrate 320 kbps.. walaupun lossy namun masih bisa menjadi idola.. Baca juga: Mp3, Setidaknya 320Kbps

2 komentar

rata-rata pilihannya mp3, ringan dan berbagai perangkat support file ini...

Dulu iseng" download mp4 dari youtube. Dengan file kira kira 6 mb standar 1 lagu. Bisa menghasilkan gambar HD n suara detail. Mhon koreksi kalau salah

Mohon maaf, bila admin telat membalas.. untuk kirim pertanyaan silahkan kunjungi fanpage: fb.com/romli.net