Monday, December 1, 2014

Cara mengukur daya power amplifier

Kali ini kita akan mencoba mengukur watt atau daya dari sebuah perangkat power amplifier.
Ada 2 cara untuk mengetahui watt atau daya dari amplifier tersebut , yang pertama. menggunakan osiloskop dan yang kedua menggunakan Multimeter (AVO meter)

Berikut ini cara-caranya:
Cara 1
Sediakan sebuah *dummy load 8 ohm berdaya minimal sama dengan daya keluaran yang diperkirakan
Osiloskop untuk memantau bentuk gelombang (cacat sinyal)
Generator fungsi
Set generator fungsi pada freq. 1 khz, nolkan kontrol levelnya.
Hubungkan probe-nya ke input power amplifier.
Lepaskan speaker dari output amplifier, dan sebagai gantinya pasangkan dummy load 8 ohm (R) disana.
Hubungkan pula probe osiloskop ke output amplifier.
Hidupkan power amplifier.
Perlahan tapi pasti, naikkan level generator fungsi
-pada saat yang bersamaan, pantau bentuk gelombang sinyal pada osiloskop- sampai bentuk gelombang output amplifier pada layar osiloskop terlihat mulai cacat.
Hentikan pembesarar level generator fungsi.
Catat level (V) keluaran amplifier dengan cara menghitung dari "V/Div" (volt/division) pada layar osiloskop.
Bila anda memiliki AC voltmeter (yang dihubungkan pada output amplifier), pembacaan mungkin lebih mudah.
Dengan menggunakan formula sederhana berikut ini, maka daya (P) RMS (root mean square) amplifier dapat dihitung:
P=V pangkat 2/R... (watt)
Dimana V adalah tegangan output amplifier yang terukur sebelum sinyal output cacat,
Dan R adalah impedansi dummy load sebagai pengganti speaker agar tidak jebol.

Cara 2
Sediakan ampere meter (A), seuah volt meter AC (V) (keduanya bisa menggunakan AVO meter)
Dan sebuah dummy load 8 ohm (R)
Serta generator fungsi (atau alat pembangkit sinyal sinus 1 khz apa saja)
Hubungkan dummy load layaknya menghuungkan speaker.
Pasangkan volt meter paralel dengan dummy load, sementara amper meter serikan dengan dummy + volt meter.
Suntikkan masukan amplifier dengan sinyal 1 khz, dan perlahan-lahan naikkan levelnya (volume).
Hentikan penambahan volume/level hingga tegangan terukur pada volt meter (jarum volt meter) berhenti alias tak naik lagi.
Catat angka pada volt meter dan amper meter.
Dengan menggunaka rumus:
P=VxA.. (watt)
Maka daya keluaran maksimum sebuah amplifier dapat terukur.

Cara yang ke 2 ini tidak dianjurkan karena tidak dapat memantau daya terukur sebelum cacat.
Namu cara ke 2 ini jelas lebih murah dan praktis.
Hanya saja, cara 2 dianjurkan dilakukan denga secepat mungkin, sebab ada kemungkinan amplifier rusak karena tak tahan degenjot secara maksimal.

*Dummy Load, cara membuatnya adalah dengan memparalelkan beberapa resistor hingga ketemu nilai ohm yang dikehendaki.
bila resistor diparalelkan, maka nilai total resistansi menjadi kecil dan daya resistor akan bertambah.
Semoga bermanfaat..
(elpop)

3 komentar

mau tanya nih, fungsi mengukur daya power amplifier buat apa yia bos? penasaran.......

Mas mau tny untuk mendaptkn wat pada power amply hitungny P=VxV/R. yang di mksut V itu AC atau AC yg telah dirubah jadi DC? Contoh travo 5a 32vct stelah melewati elco & dioda jd 45v. Untuk dapat wat atau P yg dihitung P=32vX32v/R atau dihitungny P=45vx45v/R. Mohon dibantu y mas biar g salah pilih wat spekr.trimaksi